Software Version


Bagaimana kita dapat mengontrol distribusi software yang telah susah payah kita buat adalah inti dari konsep software version.  Semua piranti lunak yang kita terbitkan, tidak ada satu pun perusahaan pengembang mampu memberikan jaminan bahwa piranti tersebut bebas dari kesalahan program (bug).  Satu - satunya jaminan yang dapat diberikan kepada penggunanya adalah serangkaian dukungan tehnis atas piranti tersebut.  Inilah nilai ekonomis dari sebuah piranti lunak.

Namun perlu diketahui, dukungan tehnis pada sebuah piranti lunak tidaklah terbatas pada perubahaan beberapa baris perintah pemrograman saja, melainkan tergantung tingkat kompleksitas dari sebuah applikasi.  Sebagai contoh, melakukan perawatan atas sebuah sepeda motor tidaklah serumit perawatan pada mobil.  Oleh sebab itu, semakin tinggi kompleksitas sebuah piranti lunak, perlu direncanakan secara baik perihal bagaimana proses permetaan perbaikan pada piranti lunak tersebut.

Kontrol versi adalah salah satu masalah yang sering dilewatkan dan diabaikan.  Versi sebuah piranti lunak sering kali hanya dipergunakan untuk memberitahukan tingkat "baru" saja.  Sekiranya perlu diperhatikan kontrol versi piranti lunak dapat memberikan informasi yang lebih lengkap lebih dari hanya seberapa baru piranti tersebut, melainkan juga sifat piranti tersebut, proses pengembangannya hingga berbagai informasi lain yang dipandang perlu oleh pihak pengembangnya.  Apabila konsep kontrol versi ini dipergunakan dengan tepat, kontrol versi dapat sangat membantu seluruh proses yang ada pada piranti lunak tersebut.

Pada umumnya, format versi sebuah piranti mengikuti format berikut ini:

    major.minor.status

Major menandakan status perombakan teknologi sebuah piranti lunak.  Karena suatu hal, tidak jarang sebuah software harus dibuat ulang guna mengikuti teknologi saat ini.  Sebagai contoh, perombakan software dari .NET Framework 1.0 ke .NET Framework 2.0 atau Java AWT menjadi Java Swing.

Minor menandakan, modifikasi atau perbaikan yang terjadi pada sebuah piranti lunak.  Setiap kali kita melakukan perubahan, meskipun sedikit, kita menaikkan nilai minor satu kali.

Status menandakan kondisi piranti lunak yang dibuat.  Status dapat berbentuk apa saja, tergantung pada kebutuhan.  Pada umumnya sebuah status menandakan bahwa piranti itu adalah versi alpha, beta atau pun produk akhir.

Namun demikian, manajemen versi sebuah piranti tidaklah banyak membantu proses pengembangan sebuah piranti lunak.  Akan tetapi penetapan versi sebuah software merupakan salah satu mekanisme dalam manajemen pengembangan piranti lunak.


No comments:

Post a Comment