Ilmu SEO - 1. Perkenalan SEO

SEO
SEO (Search Engine Optimation) adalah proses mengoptimasi sebuah situs agar terlihat ramah bagi sebuah mesin pencari informasi (search engine), yang tak lain saat ini didominasi oleh Google, Bing, Yahoo.

Ilmu SEO merupakan salah satu materi dalam mempelajari metoda marketing / penjualan online / daring.  Oleh sebab itu jangan heran, ketika mempelajari SEO, kita akan banyak mempelajari bagaimana mempresentasikan sebuah informasi sedemikian rupa agar ramah bagi pembaca, demikian pula bernilai bagi mesin pencari informasi.

Tujuan akhir dari penerapan SEO adalah:

  • Meningkatkan peringkat sebuah situs di mata search engine.
  • Perbaikan volume dan lalu lintas pengunjung ke situs kita.
  • Peningkatan sales dengan mengetahui karakter, sifat dan tujuan pengunjung dari situs kita.
Pada akhirnya, untuk menguasai SEO, kita harus mempelajari bagaimana cara bekerja mengetahui sebuah search engine, untuk kemudian kita selaraskan dengan cara kita mempresentasikan informasi pada situs kita.  

Meskipun semua search engine memiliki metode kerja yang berbeda-beda, terdapat persamaan cara kerja pada semua search engine.  Berikut ini dijelaskan cara kerja sebuah search engine.

Pada umumnya proses pencarian informasi dari search engine dilakukan melalui 2 (dua) tahap, yaitu proses aktif dan pasif (melalui request).  Informasi yang didapatkan dari masing - masing bagian akan kemudian dikombinasikan untuk menentukan peringkat atau pun mempertahankan peringkat pada situs tersebut. 

Proses Aktif ( Web Crawling & Indexing )

Proses aktif adalah proses pencarian informasi secara aktif oleh sebuah search engine.  Proses pencarian berita ini dilakukan oleh search engine crawler / robot dengan melakukan rekapitulasi informasi dari jaringan yang telah ada sebelumnya atau melakukan penelusuran nama domain pada server penyimpan nama domain yang tersebar luas di seluruh penjuru dunia.

Dengan metoda kerja seperti ini, sebuah server yang terisolasi pun dapat ikut terdaftar ke dalam sebuah search engine dengan sendirinya tanpa perlakukan khusus.  Akan tetapi, bila kita ingin mempercepat "pengenalan" situs kita dengan sebuah search engine, pada umumnya setiap search engine telah menyediakan sebuah script yang harus dipasang pada situs kita.  Fungsi script tersebut adalah mengundang search engine crawler melakukan rekapitulasi informasi pada situs kita.  Mengenai bagaimana cara memasang search engine crawler ini, akan dibahas pada artikel berikutnya.

Informasi yang didapat oleh search engine crawler ini akan disimpan pada search engine server.   Informasi tersebut kemudian akan diproses dan menghasilkan index berdasarkan konten yang dimiliki oleh situs kita.  Bentuk index informasi yang dihasilkan, identik dengan buku katalog produk yang sering kita jumpai atau pun daftar menu restoran.  

Sebagai ilustrai, asumsikan kita memiliki sebuah situs www.xyz.com yang membahas tentang piranti lunak.  Setelah search engine crawler kemudian informasi diproses menghasilkan index.  Bentuk indexnya adalah:
  • Pirantai Lunak  
    • www.abc.com
    • www.xyz.com            << letak situs kita dari proses indexing.
    • www.ghi.com
Bila terdapat situs lain yang memiliki kontent yang sama seperti kita (www.abc.com dan www.ghi.com), maka mereka akan diletakkan dalam satu kelompoak dengan kita.  Bagaimana posisi situs kita ketika ditampilkan, tergantung pada rank yang salah satunya tergantung pada proses pasif berikutnya.  

Pertanyaannya adalah ketika terdapat ribuan situs dengan keyword yang sama, bagaimana sebuah search engine dapat menentukan informasi mana yang harus ditampilkan.  Jawabannya adalah bagi situs yang baru, sistem peringkat akan dilakukan dengan menghitung jumlah tautan / link dari situs yang lain, atau yang umum dikenal sebagai backlink.  Namun perlu diketahui, peringkat yang dihasilkan oleh backlink sangat tergantung dari tingkat popularitas situs yang menjadi sumber backlink.  Tehnik backlink ini banyak digunakan para praktisi SEO, untuk mengoptimasi situs mereka.  Namun perlu diketahui sebuah backlink hanya salah satu pendukung dalam SEO.  Kita dapat menumbuhkan faktor pendukung SEO lain untuk menggantikan backlink.

Proses Pasif ( Search Request, Evaluation & Rank )

Proses pasif adalah proses pemaduan data yang didapatkan dari proses aktif dengan perilaku pencari informasi yang lain atas hasil yang didapatkan dari proses aktif.  Bagian inilah yang paling banyak perbedaannya antara satu search engine dengan search engine yang lain.  Namun untuk mensederhanakan pembahasan kali ini, kita melakukan pendekatan logika yang dilakukan oleh hampir semua search engine.

Proses pasif banyak berperan dalam penentuan peringkat sebuah situs, dalam hal ini urutan sebuah situs ditampilkan pada hasil pencarian sebuah search engine.  Ini disebut sebagai Search Engine Result Page (SERP).  

Pada proses pasif, setiap request pencaharian, search engine akan menampilkan daftar informasi yang diasumsikan sesuai dengan keyword (kata kunci) yang kita masukkan.  Apa bila kita melakukan navigasi / klik pada daftar situs yang ditampilkan, kita secara otomatis akan melakukan navigasi kembali ke situs search engine kembali untuk kemudian diarahkan kepada situs yang kita inginkan.  Disinilah proses penilaian sebuah situs dimulai oleh search engine tersebut melalui karakteristik kita pada situs tersebut.  Apa pun yang terjadi, peringkat sebuah situs dapat naik atau turun berdasarkan sifat pengunjung sebuah situs.  

Secara singkat, pada proses pasif search engine melakukan tiga tahap: 
  1. Menampilkan SERP berdasarkan keyword yang telah dimasukkan.
  2. Menangkap navigasi yang dipilih berdasarkan SERP yang ditampilkan.
  3. Memonitor karakteristik pengunjung pada situs yang dipilih.
Hasil dari proses pasif ini kemudian digunakan untuk memperbaiki peringkat sebuah situs dan menghasilkan SERP bagi pencari informasi berikutnya.

No comments:

Post a Comment