Proprietary vs Open Source

Sering kali pertanyaan ini muncul ketika kita memulai proyek IT kita.  Namun demikian, perlu diingat bahwa apa pun pilihan teknologi yang akan kita adopsi, masing - masing memiliki kelebihan dan kekurangan.  

Proprietary

Umumnya teknologi proprietary menggunakan support sebagai keunggulan utamanya.  Selain itu produk proprietary umumnya pengembangannya lebih terarah sesuai dengan kebutuhan yang ada di pasar.  

Kelebihan produk proprietary adalah
  • Produk didukung oleh sebuah perusahaan, oleh sebab itu segala permasalahan berhubungan dengan sebuah produk dapat dialamatkan pada sang pembuat.
  • Umumnya produk dibagi dalam berbagai paket sesuai dengan kebutuhan kita.
Kekurangan produk proprietary adalah
  • Biaya produk yang lebih mahal.
  • Memiliki keterbatasan dalam pengembangannya, berdasarkan ketentuan dari perusahaan yang membuatnya, 
  • Bila terdapat masalah dengan produknya, kita harus menunggu proses perbaikannya yang terkadang membutuhkan waktu hingga berbulan - bulan.
  • Usia produk yang relative lebih singkat.

Open Source

Dasar bergerakanya sebuah produk Open Source adalah didorong oleh keinginan berbagai sebuah produk yang seluas - luasnya.  Saat ini motivasi sebuah proyek open source lebih dituju pada komunitas pengguna yang saling membantu dalam mengembangkan produk dan jasa yang sama.  Oleh sebab itu support yang diperoleh dari produk open source berasal dari komunitas produk tersebut.  

Kelebihan dari produk open source adalah
  • Dikarenakan produk open source dikembangkan oleh sebuah komunitas, pada umumnya stabilitas sebuah produk tergantung pada besar dan tingkat aktivitas sebuah komunitas.
  • Biaya adopsi teknologi relative lebih kecil atau bahkan tidak ada.
  • Produk dapat kita kembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan kita.
  • Stabilitas produk yang tinggi, karena ketika sebuah permasalahan muncul, akan segera diperbaiki oleh ribuan atau bahkan jutaan kontributornya.
Kekurangan dari produk open source adalah
  • Dikarenakan produk open source dikerjakan oleh sejumlah orang dengan latar belakang yang berbeda-beda, pada umumnya implementasi produk open source diperlukan seseorang yang benar - benar ahli / memahami produk tersebut.
  • Dukungan support yang terkadang agak sulit didapatkan.
Demikian sekilas perbedaan Open Source dan Proprietary.  Bila ingin ditelusuri lebih jauh, masih banyak lagi kelebihan dan kekurangan masing - masing kelompok.  Namun apa pun pilihannya, tetap berdasarkan keputusan kita sebagai pemilik sebuah proyek.

No comments:

Post a Comment