.NET Framework Problem

.NET Framework adalah salah satu platform Microsoft yang paling fenomenal.  Semenjak dikeluarkan pertama kali, konsep virtual mesin ini seakan - akan menjanjikan sebuah applikasi yang dapat dijalankan di atas platform - platform yang berbeda di luar sistem operasi Microsoft.  Namun impian ini belum juga direalisasikan hingga saat ini. Hingga akhirnya muncullah .NET Framework yang lain yang disebut Mono.

Mono sering kali diasumsikan setara dengan .NET Framework.  Namun perlu diketahui bahwa Mono tidak sama dengan .NET Framework.  Dapat disebut Mono dan .NET Framework tidak kompatible satu dengan yang lain.

Tidak dapat dipungkiri, sebuah applikasi sederhana dapat langsung kita compile dan dijalankan langsung di atas platform Mono.  Namun untuk sebuah applikasi yang kompleks, seperti administrasi database, dibutuhkan banyak penyesuaian dari .NET Framework ke Mono.  Inilah yang menyebabkan .NET Framework tidak compatible dengan Mono.

Permasalahan lain dengan .NET Framework adalah kompabilitas antar versi .NET itu sendiri (backward compatibilty).  Ini kami alami sendiri ketika melakukan upgrade produk kami dari versi .NET 1.1 ke .NET 2.0.  Kemudian dari .NET 2.0 ke .NET 3.5.  Hingga yang terakhir .NET 3.5 ke .NET 4.0.

Kami menemukan adanya beberapa sintax yang berbeda yang membutuhkan penyesuaian menurut aturan yang berlaku pada masing - masing versi.  Untuk sebuah aplikasi skala kecil, hal demikian bukanlah sebuah masalah, tetapi permasalahan ini timbul ketika produk kita memiliki sejumlah library yang terpisah dan berkaitan dengan puluhan hingga ratusan modul lainnya.

Inilah permasalahan .NET Framework yang hingga saat ini tidak terlihat penyelesaiannya.  Ini menjadikan sebuah perusahaan pengembangan piranti lunak, harus ekstra hati - hati dalam memilih metoda ketika ingin mengembangakan sebuah produk.

No comments:

Post a Comment